:: 62 8000 xxx mtsmunggung@gmail.com
Info Sekolah
Kamis, 22 Jan 2026
  • MTs Ma'arif Munggung adalah madrasah tsanawiyah yang berkomitmen untuk memberikan pendidikan berkualitas dengan penekanan pada pembentukan karakter yang baik dan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Dengan lingkungan yang kondusif dan dukungan tenaga pengajar yang profesional, MTs Ma'arif Munggung terus berupaya mencetak generasi penerus bangsa yang berprestasi dan berakhlak mulia.
  • MTs Ma'arif Munggung adalah madrasah tsanawiyah yang berkomitmen untuk memberikan pendidikan berkualitas dengan penekanan pada pembentukan karakter yang baik dan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Dengan lingkungan yang kondusif dan dukungan tenaga pengajar yang profesional, MTs Ma'arif Munggung terus berupaya mencetak generasi penerus bangsa yang berprestasi dan berakhlak mulia.
9 November 2025

PERINGATAN HARI PAHLAWAN NASIONAL

Ming, 9 November 2025 Dibaca 238x Hasi Besar Nasional

Mengapa 10 November Menjadi Hari Pahlawan Nasional?

Setiap tanggal 10 November, seluruh rakyat Indonesia mengenang dan merayakan Hari Pahlawan Nasional. Peringatan ini adalah bentuk penghormatan tertinggi kepada para pejuang bangsa yang telah mengorbankan segalanya demi tegaknya kedaulatan negara. Namun, apa alasan historis di balik penetapan tanggal ini, dan bagaimana kita dapat mengaktualisasikan nilai-nilai kepahlawanan di tengah tantangan masa kini?

Latar Belakang Penetapan 10 November

Penetapan Hari Pahlawan erat kaitannya dengan peristiwa Pertempuran Surabaya yang meletus pada 10 November 1945. Momen ini terjadi hanya berselang beberapa bulan setelah proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 1945.

Perang heroik di Surabaya ini menjadi puncak simbol perlawanan rakyat terhadap upaya kolonialisme kembali oleh pasukan Sekutu yang datang ke Indonesia. Awalnya, kedatangan Sekutu bertujuan melucuti tentara Jepang pasca-Perang Dunia II. Namun, disinyalir terdapat misi tersembunyi Belanda untuk merebut kembali kekuasaan. Rakyat Surabaya, yang telah merasakan udara kemerdekaan, menolak keras kehadiran mereka.

Ketegangan memuncak setelah tewasnya Brigadir Jenderal A.W.S. Mallaby, Komandan Pasukan Inggris, dalam sebuah insiden pada 30 Oktober 1945. Merespons kejadian ini, pihak Inggris mengeluarkan ultimatum keras. Mereka menuntut agar semua rakyat Surabaya menyerahkan senjata dan menyatakan tunduk kepada Sekutu sebelum pagi hari tanggal 10 November 1945.

Namun, di bawah kobaran semangat Bung Tomo dan para pemimpin lainnya, rakyat Surabaya memilih melawan. Mereka menolak tunduk. Maka, pada pagi hari 10 November, pecahlah pertempuran yang dikenal sebagai salah satu yang paling berdarah dan paling heroik dalam sejarah revolusi Indonesia.

Semangat Pertempuran Surabaya: Api Kebangsaan

Pertempuran ini berlangsung sengit selama berminggu-minggu. Ribuan pejuang, mulai dari laskar rakyat, santri, pelajar, hingga tentara, bahu-membahu mempertahankan kota. Mereka hanya bermodalkan semangat juang yang membara dan senjata seadanya, berhadapan dengan militer Inggris yang dilengkapi persenjataan modern.

Meskipun harus menelan banyak korban jiwa, tekad rakyat Surabaya tidak pernah surut. Perlawanan ini mengirimkan pesan kuat ke seluruh dunia: bahwa kemerdekaan Indonesia adalah harga mati yang akan dipertahankan dengan jiwa dan raga.

Atas dasar pengorbanan luar biasa dan keberanian rakyat Surabaya inilah, Pemerintah Republik Indonesia menetapkan tanggal 10 November sebagai Hari Pahlawan Nasional melalui Keputusan Presiden Nomor 316 Tahun 1959.

Nilai Luhur di Balik Peringatan Hari Pahlawan

Peringatan Hari Pahlawan lebih dari sekadar upacara. Ia adalah momen refleksi untuk menghayati nilai-nilai fundamental:

  • Jiwa Rela Berkorban (Altruisme): Kesediaan para pejuang untuk mengorbankan kepentingan pribadi demi kemaslahatan bangsa.
  • Keberanian dan Optimisme: Sikap tidak gentar melawan musuh yang jauh lebih kuat, membuktikan bahwa semangat dapat mengalahkan kekuatan fisik.
  • Persatuan dan Solidaritas: Rakyat dari berbagai latar belakang bersatu padu, menunjukkan bahwa kekuatan sejati bangsa adalah persatuannya.
  • Integritas Moral: Perjuangan yang dilandasi niat luhur untuk menegakkan kebenaran, bukan ambisi pribadi atau kekuasaan.

Menjadi Pahlawan di Era Modern

Di tengah gelombang digitalisasi dan perubahan zaman, definisi kepahlawanan berevolusi. Hari ini, pahlawan adalah mereka yang berjuang tanpa senjata, namun dengan prestasi, integritas, dan kontribusi nyata.

  • Pahlawan Intelektual: Guru yang gigih mencerdaskan, ilmuwan yang menciptakan inovasi untuk kemajuan teknologi bangsa.
  • Pahlawan Sosial: Relawan kemanusiaan, dokter atau tenaga kesehatan yang berdedikasi melayani masyarakat tanpa pamrih.
  • Pahlawan Kebangsaan: Generasi muda yang melawan kemalasan, korupsi, disinformasi, dan intoleransi dengan kejujuran, etika digital, dan menjaga kebhinekaan.

Tugas kita sebagai generasi penerus adalah menjaga dan mengisi kemerdekaan dengan hal-hal positif. Semangat kepahlawanan kini berarti berani jujur, berani berinovasi, berani peduli, dan berani membela kebenaran serta keadilan sosial.

Peringatan 10 November adalah panggilan untuk bertindak: menyalakan kembali ‘api kepahlawanan’ di dalam diri kita masing-masing untuk membangun Indonesia yang lebih baik, adil, dan sejahtera.

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Tinggalkan Komentar

 

Sosial Media

[smbtoolbar]

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Kalender

Januari 2026
S S R K J S M
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031