Pencapaian tujuan pendidikan di MTs. Ma’arif Munggung perlu diawali dengan adanya pemahaman dan pandangan yang sama dari seluruh warga sekolah serta pihak- pihak yang terkait. Sekolah bukan hanya tempat untuk menyampaikan pelajaran semata, tetapi juga merupakan wadah pembentukan karakter dan pengembangan potensi siswa secara menyeluruh. Di sekolah, peserta didik dibimbing untuk menanamkan nilai-nilai budi pekerti yang luhur, berperilaku sesuai norma agama, serta mengembangkan kemampuan dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK). Dengan demikian, proses pendidikan diharapkan mampu mencetak generasi yang berilmu, berakhlak, dan berwawasan luas.
Untuk mewujudkan tujuan tersebut, pembinaan terhadap siswa menjadi hal yang sangat penting dan harus mendapat perhatian dari semua pihak, baik kepala madrasah, guru, tenaga kependidikan, maupun orang tua. Pembinaan siswa tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi juga diarahkan pada pengembangan sikap, kepribadian, dan keterampilan hidup. Oleh sebab itu, pola pembinaan harus dikemas dalam berbagai kegiatan yang menarik dan bermanfaat. Kegiatan tersebut dapat berupa kegiatan keagamaan, sosial, seni, olahraga, dan keterampilan yang mampu mengasah kemampuan serta menumbuhkan rasa percaya diri siswa.
Melalui kegiatan pembinaan yang terencana dan terarah, siswa diharapkan dapat memperdalam pengetahuan, mengembangkan bakat dan minat, serta menumbuhkan kreativitas dan semangat belajar. Selain itu, pembinaan juga berfungsi sebagai upaya untuk membentengi diri siswa dari berbagai pengaruh negatif yang mungkin muncul, baik dari lingkungan luar maupun dari dalam sekolah sendiri. Dengan demikian, siswa dapat tumbuh menjadi pribadi yang mandiri, disiplin, bertanggung jawab, serta memiliki daya pikir yang kritis dan positif.
Pada akhirnya, pembinaan yang dilakukan secara menyeluruh dan berkesinambungan diharapkan mampu menciptakan lingkungan sekolah yang kondusif, harmonis, dan menyenangkan. Melalui kerja sama antara seluruh warga sekolah dan dukungan orang tua, MTs. Ma’arif Munggung berkomitmen untuk mewujudkan generasi muda yang cerdas, beriman, berakhlak mulia, serta siap menghadapi tantangan di masa depan.
RUANG LINGKUP PEMBINAAN KESISWAAN
Dalam kegiatan pembinaan kesiswaan, kepala sekolah memiliki peranan yang sangat penting dan strategis. Kepala sekolah berfungsi sebagai manajer yang mampu menggerakkan seluruh sumber daya manusia di lingkungan sekolah secara optimal. Ia bertugas mengarahkan, mengoordinasikan, serta memastikan seluruh unsur sekolah bekerja sama dengan baik dalam mencapai tujuan pendidikan. Selain itu, kepala sekolah juga bertanggung jawab dalam penyediaan sarana dan prasarana yang memadai serta menciptakan suasana belajar yang nyaman, aman, dan kondusif agar pembinaan kesiswaan dapat berjalan secara efektif dan berkelanjutan.
Sebagai bentuk pelaksanaan tugas tersebut, kepala sekolah menunjuk bagian urusan kesiswaan serta pembina OSIS untuk membantu merealisasikan program pembinaan siswa. Urusan kesiswaan bertanggung jawab dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi seluruh kegiatan yang berkaitan dengan pengembangan kepribadian dan potensi siswa, sedangkan pembina OSIS berperan langsung dalam membimbing, mengarahkan, serta menanamkan nilai- nilai kepemimpinan dan tanggung jawab kepada peserta didik melalui berbagai kegiatan organisasi dan ekstrakurikuler.
Pembina merupakan tenaga pendidik yang diberi kepercayaan untuk membimbing, menggerakkan, serta mengatur jalannya program kegiatan siswa, baik akademik maupun nonakademik. Oleh karena itu, guru pembina diharapkan memiliki kemampuan dalam menumbuhkan semangat dan motivasi siswa agar mau berpartisipasi aktif dalam kegiatan yang diadakan di sekolah. Pembina juga berperan sebagai teladan yang baik bagi siswa dalam sikap, disiplin, serta tanggung jawab, sehingga dapat membentuk karakter positif pada diri peserta didik.
Selain peran guru dan pihak sekolah, keterlibatan orang tua siswa juga memiliki arti yang sangat penting dalam keberhasilan pembinaan kesiswaan. Orang tua merupakan mitra kerja utama sekolah yang berperan dalam memberikan dukungan, perhatian, serta bimbingan kepada anak-anaknya, baik di rumah maupun di lingkungan masyarakat. Melalui komunikasi dan kerja sama yang baik antara pihak sekolah dan orang tua, berbagai program pembinaan dapat terlaksana dengan lebih efektif dan tepat sasaran.
Partisipasi aktif dari masyarakat juga menjadi faktor pendukung keberhasilan pendidikan di sekolah. Keterlibatan masyarakat dalam kegiatan sekolah, seperti dukungan moral, materi, maupun lingkungan yang kondusif, mencerminkan terwujudnya prinsip dasar bahwa pendidikan merupakan tanggung jawab bersama antara sekolah, orang tua, masyarakat, dan pemerintah. Sinergi yang baik antara keempat unsur tersebut akan menciptakan lingkungan pendidikan yang harmonis, dinamis, dan berorientasi pada pembentukan generasi muda yang cerdas, berakhlak mulia, serta siap menghadapi tantangan kehidupan di masa depan.
Dalam mengoptimalkan pembinaan kesiswaan, terdapat 4 jalur pembinaan yang tidak dapat
dipisahkan, yaitu :
OSIS merupakan tempat atau wadah kehidupan berkelompok siswa dalam bekerjasama untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan bersama. Oleh karena itu OSIS sebagai suatu sistem yang ditandai beberapa ciri-ciri pokok, yaitu :
Pada umumnya tujuan pembinaan kesiswaan adalah meningkatkan peran serta dan inisiatif peserta didik untuk menjaga dan membina sekolah sebagai wiyata mandala sehingga terhindar dari usaha dan pengaruh yang bertentangan dengan kehidupan nasional, menumbuhkan daya tangkal pada diri siswa terhadap pengaruh negatif yang datang dari luar maupun dari dalam lingkungan sekolah sendiri.
Wawasan wiyata mandala merupakan wawasan yang menjamin berlangsungnya proses pendidikan yang bersifat mengikat setiap warga sekolah sebagi suatu wahana menuju tercapainya tujuan pendidikan. Dengan demikian WWM harus dapat menjamin semua unsur-unsur penunjang yang akhirnya akan bermuara pada kondsi dinamis kehidupan sekolah.
Pencapaian tujuan pendidikan yang diharapkan hendaknya diawali adanya suatu persepsi yang sama dari seluruh warga sekolah dan pihak-pihak terkait lainnya, bahwa sekolah merupakan tempat penyelenggarakan proses pendidikan guna menanamkan, mengembangkan dan meningkatkan nilai (norma agama), IPTEK dan wawasan dalam upaya pencapai pengetahuan.
Unsur-unsur dari WWM yang merupakan satu kesatuan yang tidak bisa dipisah- pisahkan dan saling terkait dan saling mempengaruhi adalah :
Kepemimpinan merupakan salah satu fungsi penting dalam manajemen yang berperan besar terhadap keberhasilan suatu organisasi. Kepemimpinan dapat dipahami sebagai kemampuan, wibawa, dan keterampilan seseorang dalam menggerakkan, memengaruhi, serta mengarahkan orang lain agar mau bekerja sama secara sukarela untuk mencapai tujuan bersama. Seorang pemimpin yang baik tidak hanya mampu memberi perintah, tetapi juga mampu menumbuhkan semangat, rasa tanggung jawab, dan
kepercayaan diri pada orang yang dipimpinnya. Dengan demikian, kepemimpinan tidak hanya berhubungan dengan kekuasaan, tetapi juga menyangkut seni dalam memotivasi dan menginspirasi orang lain.
Dilihat dari prosesnya, kepemimpinan merupakan suatu rangkaian kegiatan yang meliputi kemampuan dalam mengarahkan, membimbing, memotivasi, serta mempengaruhi perilaku individu maupun kelompok agar mampu memilih dan melaksanakan langkah- langkah terbaik untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan. Seorang pemimpin dituntut untuk memiliki kepekaan terhadap situasi dan kondisi yang dihadapi, serta mampu mengambil keputusan yang tepat berdasarkan pertimbangan rasional dan nilai-nilai moral.
Apabila ditinjau dari segi tugas dan tanggung jawabnya, kepemimpinan merupakan kemampuan seseorang untuk menggerakkan dan mempengaruhi individu atau sekelompok orang agar dapat menjalankan perannya secara efektif dalam mencapai sasaran organisasi. Dalam konteks lembaga pendidikan, pemimpin—dalam hal ini kepala sekolah—memiliki tanggung jawab besar untuk menciptakan suasana kerja yang kondusif, memotivasi guru dan tenaga kependidikan, serta mengarahkan seluruh komponen sekolah agar bekerja secara harmonis menuju tercapainya tujuan pendidikan yang diharapkan.
Keberhasilan seorang pemimpin sangat ditentukan oleh sejauh mana kemampuan dan ketepatannya dalam mengelola proses kerja serta mencapai tujuan yang telah direncanakan. Seorang pemimpin yang berhasil bukan hanya dilihat dari hasil akhir yang dicapai, tetapi juga dari proses pelaksanaan yang transparan, partisipatif, dan berkeadilan. Indikator keberhasilan kepemimpinan dapat dilihat dari beberapa aspek penting, antara lain: terciptanya kerja sama yang baik di antara warga organisasi, meningkatnya motivasi dan kinerja anggota, terlaksananya program kerja dengan efektif dan efisien, serta terbangunnya suasana kerja yang harmonis dan penuh tanggung jawab.
Dengan demikian, kepemimpinan yang efektif adalah kepemimpinan yang mampu menyeimbangkan antara kemampuan manajerial dan kemampuan interpersonal. Pemimpin yang ideal tidak hanya cakap dalam merencanakan dan mengatur, tetapi juga memiliki integritas, empati, serta komitmen tinggi terhadap kemajuan organisasi. Dalam dunia pendidikan, gaya kepemimpinan seperti ini sangat dibutuhkan agar seluruh warga sekolah dapat bergerak bersama dalam mewujudkan visi dan misi lembaga pendidikan secara nyata. Pencapain keberhasilan dap[at dilihat dari unsur-unsur berikut ini :
Berbagai bentuk kegiatan yang mengarah kepada indikator seperti diuraikan di atas, yaitu seperti :
Ekstrakurikuler merupakan kegiatan di luar jam pelajaran dan pada waktu libur sekolah yang didilakukan di lingkungan sekolah maupun diluar lingkungan sekolah. Ekstrakurikuler juga merupakan salah satu jalur dalam membina siswa yang bertujuan sebagai berikut :
Dari 4 (empat) jalur pembinaan di atas dapat kami gambarkan pada BAB III tentang teknis Pelaksanaan kegiatan yang disampaikan kepada seluruh siswa.
Kegiataan Pembinaan kesiswaan MTs. Ma’arif Munggung yang diawali dengan penerimaan siswa baru , yang kemudian dilanjutkan dengan pengenalan kondisi sekolah yang dikemas dengan kegiatan yang diberi nama Masa Ta’aruf Siswa Madrasah (MATSAMA). Dalam kegiatan tersebut seluruh kegiatan yang sudah diprogramkan oleh pihak sekolah diperkenalkan kepada seluruh siswa terutama siswa baru., baik kegiatan yang sudah dilakukan dan atau yang akan ditawarkan pada setiap tahun pelajaran.
Adapun kegiatan-kegiatan yang akan dilaksanakan dibagi menjadi 3 bagian, sebagai berikut :
Dalam upaya melatih dan meningkatkan wawasan siswa tentang keorganisasian, sekolah senantiasa memberikan kesempatan kepada para siswa untuk berperan aktif dalam berbagai kegiatan yang telah direncanakan dan diagendakan. Melalui kegiatan tersebut, siswa tidak hanya belajar secara teoritis di dalam kelas, tetapi juga memperoleh pengalaman nyata dalam mengelola sebuah organisasi, bekerja sama dalam tim, serta melatih kemampuan kepemimpinan dan tanggung jawab.
Salah satu bentuk nyata dari pembinaan tersebut adalah pelibatan siswa dalam berbagai kepanitiaan kegiatan sekolah, khususnya dalam memperingati hari-hari besar nasional dan hari-hari besar Islam. Misalnya, kegiatan peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, Hari Kartini, Tahun Baru Islam, Maulid Nabi Muhammad SAW, Isra’ Mi’raj, dan berbagai kegiatan penting lainnya yang memiliki nilai edukatif dan sosial.
Melalui keterlibatan dalam kepanitiaan tersebut, siswa belajar bagaimana merencanakan kegiatan, membagi tugas, berkomunikasi dengan baik, serta menyelesaikan tanggung jawab yang telah diberikan. Selain itu, kegiatan ini juga dapat menumbuhkan rasa kebersamaan, solidaritas, dan kepedulian sosial di antara siswa. Mereka didorong untuk bekerja secara kolaboratif, menghargai pendapat orang lain, dan menjunjung tinggi semangat gotong royong.
Kegiatan keorganisasian seperti ini juga menjadi sarana efektif dalam membentuk karakter siswa yang mandiri, disiplin, kreatif, dan berjiwa kepemimpinan. Dengan terlibat langsung dalam berbagai kegiatan sekolah, diharapkan para siswa mampu mengembangkan potensi diri secara optimal, baik dalam hal kemampuan berpikir, berkomunikasi, maupun bekerja sama.
Dengan demikian, pelibatan siswa dalam kegiatan keorganisasian bukan hanya bertujuan untuk memeriahkan acara sekolah, tetapi juga menjadi bagian penting dari proses pembelajaran nonformal yang mendukung terbentuknya peserta didik yang berkarakter, bertanggung jawab, dan siap menjadi generasi penerus bangsa yang berintegritas.
Berbagai kegiatan yang diagendakan oleh sekolah memiliki tujuan utama untuk mengoptimalkan kemampuan, potensi, dan karakter siswa, khususnya dalam bidang kepemimpinan. Kegiatan-kegiatan tersebut dirancang agar para siswa tidak hanya cakap dalam aspek akademik, tetapi juga terampil dalam mengatur diri, bekerja sama, serta memimpin kelompok dengan tanggung jawab dan rasa percaya diri yang tinggi.
Program pembinaan kepemimpinan di MTs. Ma’arif Munggung dilaksanakan melalui berbagai kegiatan yang bersifat edukatif, kreatif, dan religius. Kegiatan tersebut antara lain meliputi kepramukaan, yang berperan penting dalam menanamkan nilai-nilai kedisiplinan, kemandirian, dan tanggung jawab; Palang Merah Remaja (PMR), yang menumbuhkan rasa kemanusiaan, kepedulian sosial, serta keterampilan dalam membantu sesama; dan Matsamu Media, sebagai wadah bagi siswa untuk mengekspresikan ide, gagasan, serta kreativitas dalam bidang jurnalistik dan komunikasi.
Selain itu, terdapat pula kegiatan kultum (kuliah tujuh menit) dan memimpin dzikir ba’da salat dzuhur, yang bertujuan menumbuhkan jiwa religius, keberanian berbicara di depan umum, serta membiasakan siswa untuk menjadi teladan dalam hal keagamaan. Melalui kegiatan ini, siswa dilatih untuk memiliki kepekaan spiritual dan tanggung jawab moral terhadap lingkungan sekolah dan masyarakat.
Secara khusus, sekolah juga menyelenggarakan Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) bagi pengurus OSIS dan Majelis Perwakilan Kelas (MPK). Kegiatan ini menjadi sarana penting untuk menanamkan jiwa kepemimpinan, kemampuan mengambil keputusan, keterampilan berorganisasi, serta membangun kerja sama tim yang solid. Melalui LDK, para pengurus OSIS dan MPK diharapkan mampu menjadi contoh dan penggerak bagi teman-teman mereka dalam menciptakan iklim sekolah yang aktif, tertib, dan berprestasi.
Dengan pelaksanaan berbagai kegiatan tersebut, sekolah berupaya membentuk generasi muda yang berkarakter kuat, berjiwa pemimpin, dan memiliki integritas tinggi. Harapannya, seluruh siswa MTs. Ma’arif Munggung dapat tumbuh menjadi pribadi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara emosional dan spiritual, serta siap berperan aktif dalam kehidupan bermasyarakat di masa depan.
Kegiatan yang berorientasi pada upaya pengembangan diri para siswa diprogramkan untuk dapat diikuti oleh para siswa. Adapun kegiatan tersebut, sebagai berikut :
BAB IV
RINCIAN KEGIATAN KESISWAAN MTs. MA’ARIF MUNGGUNG TAHUN PELAJARAN 2025/2026
| NO | JENIS KEGIATAN | SASARAN (TUJUAN) | BULAN |
| 1 | PPDB | Terpenuhinya kuota kelas | Juni |
| 2 | Masa Ta’aruf Siswa Madrasah (MATSAMA) | Memberikan dasar dan mewujudkan siswa untuk mampu beradaptasi dengan lingkungan sekolah baru | Juli |
| 3 | Lomba 17 agustus | Peserta belajar untuk bermain jujur, menerima kekalahan, gotong royong dan menghargai kemenangan dengan sikap positif. | Agustus |
| 4 | Peringatan Hari Besar islam | Kegiatan peringatan biasanya dilakukan secara bersama, sehingga memperkuat silaturahmi dan rasa kebersamaan antar siswa | September |
| Maulid Nabi | Peringatan hari besar seperti Maulid Nabi Muhammad SAW mengajarkan umat untuk meneladani akhlak, perjuangan, dan kepemimpinan Rasulullah | ||
| Hari santri | Santri diharapkan terus menjaga semangat kebangsaan, berkontribusi bagi negara, dan mempertahankan nilai-nilai keislaman yang rahmatan lil ‘alamin. Santri dikenal sebagai pribadi yang disiplin, mandiri, rendah hati, dan berakhlak mulia — nilai-nilai yang penting bagi generasi penerus bangsa. | ||
| Isro’ Mi’roj | Melalui peringatan seperti Isra Mi’raj, umat diingatkan tentang kewajiban shalat dan pentingnya menjaga hubungan dengan Allah. | ||
| Pondok Romadhon | Peserta mempelajari materi-materi agama seperti akidah, akhlak, fiqih, dan sejarah Islam, sehingga wawasan keislaman mereka bertambah. engan belajar, beribadah, dan beraktivitas bersama, peserta diajak untuk mempererat persaudaraan sesama muslim. | ||
| 5 | Open Requitment anggota OSIM dan DG | Memberikan kesempatan bagi siswa untuk belajar memimpin, mengorganisir kegiatan, dan mengembangkan kemampuan interpersonal. Membuka ruang bagi siswa untuk menyalurkan bakat dan minat di bidang kepemimpinan, organisasi, serta kreativitas. | Oktober |
| 6 | Pemilihan Ketua Organisasi | Menyiapkan penerus organisasi agar kegiatan OSIS tetap berjalan berkesinambungan dari tahun ke tahun. | November |
| PKD Organisasi OSIM dan DG | Membiasakan peserta berpikir kritis, rasional, serta mampu mengambil keputusan dengan tepat dalam berbagai situasi. | ||
| Pelantikan Organisasi OSIM dan DG | Menjadi sarana pembelajaran tentang kepemimpinan, kerja sama tim, dan manajemen kegiatan sekolah. | ||
| 7 | Study tour | Dengan mengamati langsung, peserta dapat memahami aplikasi nyata dari materi, misalnya kunjungan ke pabrik untuk belajar proses produksi atau museum untuk memahami sejarah. | Desember |
| Presentasi hasil penelitian | Melatih peneliti untuk mampu menyampaikan ide dan hasil penelitian secara efektif, termasuk kemampuan komunikasi ilmiah dan kemampuan menjawab pertanyaan kritis. emberikan kesempatan bagi audiens untuk memberikan kritik, saran, atau pertanyaan yang dapat memperkaya interpretasi hasil penelitian atau menjadi bahan pertimbangan untuk penelitian lanjutan. | ||
| Munaqosah Tahlil | jian tahlil biasanya dilakukan untuk menilai sejauh mana seseorang memahami bacaan atau ilmu tahlil, seperti doa, dzikir, atau ilmu tajwid yang terkait dengan tahlil. Ujian tahlil bisa menjadi motivasi untuk lebih serius belajar dan mengamalkan ajaran agama, khususnya dalam hal doa dan dzikir tahlil. | ||
| 8 | Class meeting | Kegiatan class meeting sering diselingi dengan permainan atau kegiatan yang menekankan kerjasama, tanggung jawab, dan sportivitas. Memberikan kesempatan bagi siswa untuk saling mengenal lebih dekat dan memperkuat kerja sama. | Desember |
| 9 | Matsamu SSARCH | Lomba memberi kesempatan bagi siswa untuk menampilkan kemampuan akademik, seni, olahraga, atau keterampilan lainnya, sehingga potensi mereka bisa terasah dan dikenal. Dalam berbagai lomba, siswa dituntut berpikir kreatif dan mencari solusi inovatif, baik dalam kegiatan akademik maupun non-akademik. | Januari |
| 10 | Wisuda Kelas IX | Wisuda menjadi momen untuk menghargai usaha dan prestasi siswa selama belajar di MTs, baik secara akademik maupun non-akademik. Wisuda juga menjadi kesempatan bagi siswa, guru, dan orang tua untuk mengenang perjalanan belajar, membangun kenangan, dan melepas perpisahan secara formal. | Mei |
BAB V PENUTUP
Dengan penuh kesungguhan hati serta senantiasa bertawakal kepada Allah SWT, kami menyadari bahwa setiap langkah dan upaya yang telah dilakukan dalam rangka mengoptimalkan pembinaan terhadap seluruh siswa merupakan bagian dari ikhtiar bersama untuk mewujudkan tujuan pendidikan yang ideal. Semoga berbagai program, kegiatan, dan strategi pembinaan yang telah direncanakan dan dilaksanakan dapat memberikan hasil yang optimal serta membawa dampak positif bagi perkembangan karakter, wawasan, dan prestasi peserta didik di MTs. Ma’arif Munggung.
Kami berharap segala usaha yang telah dilakukan dapat menjadi amal kebaikan serta mendapat ridha dari Allah SWT. Tentunya, keberhasilan pelaksanaan program ini tidak akan terwujud tanpa adanya dukungan dan kerja sama dari berbagai pihak. Oleh karena itu, kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh guru, tenaga kependidikan, pengurus OSIS, orang tua siswa, serta seluruh pihak yang telah berperan aktif dalam pelaksanaan dan penyelesaian program pembinaan kesiswaan ini.
Kami juga menyadari bahwa program yang telah disusun dan dilaksanakan masih memiliki kekurangan di sana-sini. Untuk itu, dengan penuh kerendahan hati kami mengharapkan adanya saran, masukan, serta kritik yang membangun dari semua pihak demi penyempurnaan program pembinaan kesiswaan di masa yang akan datang.
Semoga Allah SWT senantiasa memberikan petunjuk, kekuatan, dan kemudahan kepada kita semua dalam melanjutkan tugas mulia ini, serta menjadikan setiap langkah kita sebagai bagian dari ibadah dan pengabdian dalam mencetak generasi muda yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia.
Waka Kesiswaan
DWI AISIN, S.Pd