MTs Ma'arif Munggung adalah madrasah tsanawiyah yang berkomitmen untuk memberikan pendidikan berkualitas dengan penekanan pada pembentukan karakter yang baik dan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Dengan lingkungan yang kondusif dan dukungan tenaga pengajar yang profesional, MTs Ma'arif Munggung terus berupaya mencetak generasi penerus bangsa yang berprestasi dan berakhlak mulia.
MTs Ma'arif Munggung adalah madrasah tsanawiyah yang berkomitmen untuk memberikan pendidikan berkualitas dengan penekanan pada pembentukan karakter yang baik dan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Dengan lingkungan yang kondusif dan dukungan tenaga pengajar yang profesional, MTs Ma'arif Munggung terus berupaya mencetak generasi penerus bangsa yang berprestasi dan berakhlak mulia.
Waktu Pelaksanaan: Setiap Hari Sabtu, Pukul 11.00 – 12.00 WIB
Pengampu: Bapak Hariadi, S.Pd
Tempat Pelaksanaan: Ruang Kriya/Seni atau Area Khusus Membatik MTs Ma’arif Munggung (bukan Laboratorium Komputer, karena membutuhkan sarana dan prasarana khusus untuk kegiatan kriya).
Pendahuluan
Ekstrakurikuler Membatik di MTs Ma’arif Munggung merupakan program unggulan yang didedikasikan untuk melestarikan dan mengembangkan salah satu warisan budaya tak benda Indonesia yang diakui dunia: batik. Dibimbing langsung oleh Bapak Hariadi, S.Pd, kegiatan ini tidak hanya berfokus pada pengenalan teori, tetapi juga pada praktik langsung teknik membatik, baik batik tulis maupun batik cap. Ini adalah kesempatan emas bagi siswa-siswi untuk menyelami kekayaan budaya Nusantara, sekaligus mengasah kreativitas dan ketekunan mereka.
Tujuan Pelaksanaan
Ekstrakurikuler Membatik ini memiliki beberapa tujuan utama yang ingin dicapai:
Melestarikan Budaya Bangsa: Menanamkan kesadaran, kecintaan, dan pemahaman mendalam siswa terhadap seni batik sebagai identitas dan kebanggaan bangsa Indonesia.
Mengembangkan Keterampilan Seni Kriya: Melatih kemampuan motorik halus, ketelitian, kesabaran, dan koordinasi mata-tangan siswa dalam setiap tahapan proses membatik.
Mengenalkan Teknik Membatik Tradisional: Memberikan pengetahuan dan pengalaman langsung mengenai berbagai teknik membatik, mulai dari persiapan kain, mendesain pola, mencanting, mewarnai, hingga melorod.
Meningkatkan Kreativitas dan Apresiasi Seni: Mendorong siswa untuk berinovasi dalam menciptakan motif batik kontemporer, sekaligus menumbuhkan apresiasi terhadap nilai estetika, filosofi, dan sejarah yang terkandung dalam setiap motif batik tradisional.
Membentuk Karakter Positif: Mengembangkan sifat-sifat luhur seperti kesabaran, ketekunan, disiplin, kemandirian, dan rasa tanggung jawab dalam menyelesaikan sebuah karya seni.
Membekali Life Skill: Memberikan keterampilan dasar membatik yang tidak hanya sebagai hobi, tetapi juga berpotensi untuk dikembangkan menjadi usaha kreatif atau bekal hidup di masa depan.
Materi dan Aktivitas
Selama satu jam setiap hari Sabtu, Bapak Hariadi, S.Pd akan membimbing siswa dalam berbagai materi dan aktivitas praktis membatik yang sistematis, antara lain:
Pengenalan Sejarah, Filosofi, dan Ragam Motif Batik: Siswa akan diajak menelusuri jejak sejarah batik, mengenal berbagai motif klasik dan modern dari berbagai daerah (misalnya: Parang, Kawung, Mega Mendung, dst.), serta memahami makna dan filosofi di baliknya.
Pengenalan Alat dan Bahan Membatik: Mendemonstrasikan dan melatih siswa dalam mengenal serta menggunakan alat-alat dasar membatik seperti canting (berbagai ukuran), wajan kecil, kompor, pewarna batik sintetis maupun alami, kain mori (katun), malam (lilin batik), dan zat pengunci warna.
Tahapan Praktik Batik Tulis Dasar:
Nglowong (Mola): Menggambar pola motif batik di atas kain yang sudah disiapkan.
Nembok (Mencanting Bagian Utama): Mengaplikasikan malam menggunakan canting untuk menutup bagian pola yang tidak ingin diwarnai pada tahap awal. Ini membutuhkan ketelitian dan kemantapan tangan.
Medel (Pewarnaan Tahap 1): Proses pencelupan kain ke dalam pewarna dasar.
Nyolet (Mewarnai Detail/Blok): Mewarnai bagian tertentu pada kain yang sudah diberi malam dengan warna-warna spesifik.
Ngerok/Nggirah (Penghilangan Malam Sebagian): Menghilangkan malam pada bagian tertentu untuk pewarnaan selanjutnya (jika batik berlapis warna).
Melorod (Penghilangan Malam Akhir): Proses perebusan kain untuk menghilangkan seluruh malam setelah semua pewarnaan selesai, sehingga motif batik terlihat jelas dan indah.
Kreasi Motif dan Warna: Siswa akan didorong untuk mengeksplorasi dan menciptakan motif batik sederhana mereka sendiri, memadukan elemen tradisional dengan sentuhan kreativitas pribadi, serta bereksperimen dengan kombinasi warna.
Perawatan Batik: Pengenalan cara merawat kain batik agar warnanya tahan lama dan kualitasnya tetap terjaga.
Metode Pembelajaran
Pembelajaran dilaksanakan secara praktik langsung (hands-on) di ruang kriya atau area khusus membatik yang memadai. Bapak Hariadi, S.Pd akan mengadopsi metode demonstrasi interaktif, di mana setiap tahapan membatik akan diperagakan secara jelas, diikuti dengan praktik langsung oleh siswa di bawah pengawasan dan bimbingan individual. Pendekatan ini memastikan siswa mendapatkan pengalaman nyata dan umpan balik langsung untuk menguasai setiap teknik. Sesi diskusi dan apresiasi karya juga akan rutin dilakukan.
Sarana dan Prasarana
Pelaksanaan ekstrakurikuler ini membutuhkan sarana dan prasarana yang mendukung praktik seni kriya, meliputi:
Meja atau papan kerja yang cukup untuk setiap siswa.
Bahan-bahan dasar membatik (kain mori, malam batik, pewarna, zat pengunci warna).
Sumber air bersih dan bak pencuci/pembilas.
Area dengan sirkulasi udara yang baik dan pencahayaan yang cukup.
Peralatan keselamatan dasar (jika diperlukan, misalnya sarung tangan).
Manfaat bagi Siswa
Melalui ekstrakurikuler ini, siswa-siswi MTs Ma’arif Munggung akan memperoleh berbagai manfaat, antara lain:
Menguasai keterampilan dasar hingga menengah dalam teknik membatik tulis.
Mengembangkan daya kreativitas, imajinasi, dan kepekaan estetik.
Meningkatkan kesabaran, ketekunan, dan rasa tanggung jawab terhadap sebuah proses dan karya.
Menumbuhkan rasa bangga dan cinta terhadap budaya lokal dan nasional.
Mampu menghasilkan karya batik orisinal yang memiliki nilai seni dan personal.
Membekali diri dengan soft skill dan life skill yang berharga untuk masa depan.
Ekstrakurikuler Membatik ini diharapkan dapat menjadi salah satu pilar pendidikan karakter dan budaya di MTs Ma’arif Munggung, mencetak generasi muda yang tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan dan agama, tetapi juga kaya akan apresiasi budaya, kreatif, dan berakhlak mulia.